Anak Kedua
Kata orang, anak pertama itu adalah pemegang tanggung jawab terbesar dibanding dengan sodara sodaranya yang lain. Kata orang, anak pertama itu adalah sosok yang mengayomi sodara sodaranya. Kata orang juga, anak pertama itu adalah sosok yang menggantikan posisi orang tua jika mereka sudah tiada, jadi sodara sodara yang lain harus menghormati anak pertama.
Tapi?
Pada nyatanya, sosok anak pertama tidaklah sehebat apa kata orang. Meskipun anak pertama adalah sosok yang paling tua, bukan berarti dia yang paling bertanggung jawab, bukan berarti dia yang paling mengayomi, dan bukan berarti dia yang paling dewasa. Selain anak terakhir, anak pertama justru sosok yang lumayan sering menimbulkan masalah. Dan akhirnya, anak kedualah yang mengambil alih peran anak pertama.
Sering kali anak kedua memback up peran anak pertama sebagai sosok yang paling bertanggung jawab. Anak kedua juga menjadi sosok yang paling mengayomi karena harus menjadi penyambung antara anak pertama dengan anak terakhir. Anak kedua sering menjadi ‘tempat pelarian’ jika ada masalah antara orang tua dengan anak pertama atau antara anak pertama dengan anak terakhir.
Jadi, pada kenyataannya?
Apa yang dikatakan orang tentang anak pertama tidak sepenuhnya benar. Atau, sama sekali tidak benar? Karena pada kenyataannya, peran anak pertama justru lebih sering dimainkan oleh anak kedua. Dan gue, gue adalah anak kedua dari tiga bersaudara.
BOEDS Jr Production mempersembahkan sebuah film, NAMAKU SAHAL. Film ini bercerita tentang seorang anak berumur 8 tahun yang akhirnya menemukan teman bermainnya.
Film ini gue buat dalam rangka menghabiskan weekend bareng si Lil Brother :)
View high resolution
Jumat, 11 Mei 2012
Murid murid lagi pada ngedit film mereka yang kedua. Coming soon :)
View high resolution
Coming Soong: NGELITIK JAKARTA. Sebuah program multicam karya Doa Ibu Production bersama IKP Reguler 2010. Desain logo oleh Rizky Fuadhi
Liverpool Gagal Double Winner

Sekarang jam setengah 2 pagi. TV masih nyala dan terlihat The Blues lagi hepi hepi angkat trofi FA Cup. Ya, Liverpool kalah 2-1 dari Chelsea di final FA Cup.
Sedih. Sakit hati. Pokoknya ini sama kayak yang gue rasain waktu Liverpool kalah dari AC Milan di final Liga Champion tahun 2007. Sangat sangat disayangkan Liverpool harus kalah karena sebenernya gue sangat berharap Liverpool bakal menang biar bisa dapet double winner di musim ini. Tapi ternyata, takdir berkata lain. Ya sudah lah ya, belajar untuk berlapang dada. Well, biarpun kalah, gue tetep bangga jadi Liverpudlian \m/
Suara Saya Itu....
- Temen 1: Nonton Indonesian Idol yuk!
- Gue: Udah, mending nonton gue nyanyi aja
- Temen 1: *menatap sinis* bahkan teknologi aja udah nyerah, Wid
- Gue: *flashback*
- Suatu hari di ruang lab audio visual saat mata kuliah Tata Suara
- Gue: Hey Dad, look at me.... *nyanyi*
- Dosen: Haduh, suara yang ini bagusnya dikasih efek audio apa ya?